¡Acompáñanos a viajar por el mundo de los libros!
Añadir este libro a la estantería
Grey
Escribe un nuevo comentario Default profile 50px
Grey
Suscríbete para leer el libro completo o lee las primeras páginas gratis.
All characters reduced
Daud dan Salomo - cover

Daud dan Salomo

Dr. Brian J. Bailey

Editorial: Zion Christian Publishers

  • 0
  • 0
  • 0

Sinopsis

Studi-studi dalam kehidupan Daud dan Salomo adalah sebuah perjalanan yang penuh wawasan dan memberi pencerahan melalui sebuah era penting dan kritis dalam sejarah Israel, kehidupan dan pemerintahan dua raja besar, Daud dan Salomo. Saat Saudara membaca komposisi luar biasa dari dua belas khotbah berdasarkan kehidupan dan zaman kedua orang ini, Saudara akan menemukan di setiap halaman kuasa Roh Kudus untuk menginsyafkan, membasuh, dan mempersiapkan umat Allah untuk memerintah dan berkuasa bersama Dia sebagai raja-raja dan imam-imam.
Disponible desde: 26/05/2022.

Otros libros que te pueden interesar

  • 1 4 Nanti dan Kembali - cover

    1 4 Nanti dan Kembali

    Hangka

    • 0
    • 0
    • 0
    Ada 1/4 kehidupan yang kusesali. Tentang apa pun yang tidak dapat diperbaiki. Tentang pertemuan yang takkan terulang lagi. Tentang setiap kata yang menyakiti.
    
    Ada 1/4 kehidupan yang kukagumi. Tentang mereka yang begitu rapi menata diri. Tanpa jeda memperbaiki diri. Memperjuangkan hak-hak orang lain dan diri sendiri.
    
    Ada 1/4 kehidupan yang kutakuti. Tentang kesenangan yang melalaikan ibadah. Tentang nikmat yang merenggut surga. Tentang suka berujung neraka.
    
    Ada 1/4 kehidupan yang kusenangi. Tentang apapun kabar baik dari Ilahi. Tentang hikmah yang diam-diam bersembunyi. Tentang semua keindahan di pagi hari.
    Ver libro
  • Siddhartha - cover

    Siddhartha

    Hermann Hesse

    • 0
    • 0
    • 0
    Siddhartha meninggalkan keluarganya untuk hidup sebagai samana, namun jiwanya tidak menemukankedamaian, dan dia pun pergi untuk menjalani kehidupan duniawi. Seorang anak terlahir untuknya, tetapi ini pun tidak menenteramkan hatinya, dan dia kembali mengembara. Dalam keadaan nyaris putus asa, Siddharta sampai di tepi sungai dan bertemu dengan Vasudeva si tukang perahu. Pertemuan ini menjadi awal kehidupannya yang baru—awal dari penderitaan, penolakan, kedamaian, dan akhirnya, kebijaksanaan.
    Ver libro
  • Negeri 5 Menara - cover

    Negeri 5 Menara

    Ahmad Fuadi

    • 0
    • 0
    • 0
    Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.
    
    Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.
    
    Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.
    
    Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
    
    Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
    
    Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
    Ver libro
  • Ranah 3 Warna - cover

    Ranah 3 Warna

    Ahmad Fuadi

    • 0
    • 0
    • 0
    Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
    
    Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?
    
    Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: 'Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?' Hampir saja dia menyerah.
    
    Rupanya 'mantra' man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat 'mantra' kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?
    
    Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?
    
    Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.
    Ver libro
  • Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali - cover

    Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali

    Helvy Tiana Rosa

    • 0
    • 0
    • 0
    Gita selalu bangga pada abangnya yang ia panggil Mas Gagah. Namun suatu hari Mas Gagah berubah! Berubah pula semua kehidupan Gita. Dan ketika kemudian Mas Gagah pergi, apa yang terjadi dengan Gita? Siapa Nadia Hayuningtyas dan lelaki berkemeja kotak-kotak yang selalu Gita lihat di dalam bus, kereta api dan berbagai tempat itu? Dan mengapa lelaki itu mengingatkannya pada Mas Gagah?
    Ver libro
  • Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan - cover

    Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

    Tasaro GK

    • 0
    • 0
    • 0
    "Jadi, dia telah wafat?"
    "Aku bahkan rasanya masih tidak percaya."
    "Berarti sia-sia apa yang kujalani selama bertahun-tahun ini. Aku tidak akan pernah menemuinya."
    Dua laki-laki menjadi siluet berlatar belakang langit sore yang oranye. Kashva melipat kaki dengan tatapan memancang bumi. Putus asa. Sang Pemindai Surga sedang tidak bahagia. Cukup lama sampai memejam kemudian. Ketika matanya terbuka, tampaklah tatapan yang memancarkan keteguhan, ketabahan, dan kematangan. Seolah-olah, pengalaman hidup menyiapkan dirinya untuk selalu siap menjawab setiap pertanyaan.
    Kini, wajahnya tampak pasrah ketika jubahnya menyapu tanah. Menyamakan warna di antara keduanya. Ujung-ujung rambut sebahunya berkali-kali diayun angin gurun.
    Bar Nasha, lelaki kedua, berdiri dengan kepala mendongak. Lelaki muda yang tengah tak biasa kesan wajahnya. Tersenyum dengan cara yang sungguh aneh. Senyum yang tidak gembira.
    Kashva menoleh, sedikit mendongak, mencari wajah kawan seperjalanannya, "Beberapa tahun ini, apa saja yang sudah kulewatkan?" Senyumnya mengambang.
    Bar membalas tatapannya, "Segala kisah yang melahirkan sebuah peradaban besar. Sesuatu yang akan terus ditulis hingga ribuan tahun ke depan." Dua mata Bar seolah melebar, menambah kesungguhan pada kalimatnya. Mata itu seperti milik anak-anak. Lugu tanpa pengalaman yang cukup.
    Kashva melirik. Bukan itu maksudku, Bar Nasha.
    "Begitu rupa?"
    "Engkau menghilang bertahun-tahun, Kawan. Banyak yang telah terjadi."
    Ver libro