Junte-se a nós em uma viagem ao mundo dos livros!
Adicionar este livro à prateleira
Grey
Deixe um novo comentário Default profile 50px
Grey
Assine para ler o livro completo ou leia as primeiras páginas de graça!
All characters reduced
Saat Hari Terakhir di Playgroup - (The Last Day at Playgroup) - cover
LER

Saat Hari Terakhir di Playgroup - (The Last Day at Playgroup)

masa berbeda

Editora: Publishdrive

  • 0
  • 0
  • 0

Sinopse

Seri Cerita Kaka - Vol.1 (Saat Hari Terakhir di Playgroup)
 
Cerita anak tentang seri petualangan Kaka saat terakhir di Playgroupnya.Banyak memori indah yang terbentuk bersama teman-temannya, menceritakan bagaimana itu menjadi pengalaman tak terlupakan pada anak laki-laki umur 5 tahun ini. Menghibur dan inspiratif
 
Kaka's Story Series - Vol. 1 (The Last Day at Playgroup)
 
A children's story about Kaka's adventure series on his last day at Playgroup. So many wonderful memories were made with his friends, telling how it became an unforgettable experience for this 5-year-old boy. Entertaining and inspiring!
Disponível desde: 23/10/2024.
Comprimento de impressão: 21 páginas.

Outros livros que poderiam interessá-lo

  • Komik Religi Siksa Bagi Para Pelacur - cover

    Komik Religi Siksa Bagi Para...

    Syam, MB. Rahimsyah

    • 0
    • 9
    • 0
    Komik Indonesia Islami Legendaris Tentang Ampunan Allah SWT kepada Wanita Kupu-Kupu Malam Yang Bertaubat Dan Azab Kubur Bagi Kaum Wanita Kupu-Kupu Malam Yang Wafat Dalam Keadaan Bergelimpangan Dosa.
    Ver livro
  • Pesantren Undercover - Cinta di Pesantren Alaswangi - cover

    Pesantren Undercover - Cinta di...

    Has Chamidi

    • 0
    • 0
    • 0
    Pesantren“Annur”Alaswangi merupakan sebuah pesantren tradisional sebagaimana pesantren umumnya di Indonesia. Pesantren ini relative sudah maju dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bahkan tengah direncanakan pengembangannya di Waluyorejo. Pengasuh pesantren ini adalah Kyai Zen. Beliau memiliki seorang istri, Nyai Salamah, dan dua orang anak kandung – Gus Nurdan Ning Fat– serta seorang kemenakan bernama Gus Ba. Gus Ba seorang kemenakan yang lola sebatangkara. Gus Ba anak Nyai Hasanah, adik kandung Kyai Zen, yang bersuamikan Kyai Amin. Keduanya Nyai Hasanah dan Kyai Amin meninggalsaat Gus Ba berusia balita. Namun, sebelum meninggal dunia, mereka telah menjodohkan Gus Ba dengan Jasmin. Jasmin adalah anak kandung Busyro dan Nuriyah. Busyro adalah teman sepondok Kyai Amin. Perjodohan anak balita teman sepondok itu ditandai dengan sepasang kalung emas berbandulkan inisial huruf B dan J. Badalah Bahaudin alias Gus Badan J adalah Jasmin. Manusia boleh membuat rencana, namun Allah adalah Dzat Pemilik Segala Rencana. Kyai Amin, Nyai Hasanah, dan Jasmin meninggal dunia. Beruntung sebelum Busyro meninggal, ia mempunyai anak perempuan lagi yang diberi nama Jamilah.Dan dari Jamilah inilah, setelah puluhan tahun, Nuriyah–istri Busyro– berikhtiar untuk menyambung kembali perjodohan itu. Nuriyah pun meminta Jamilah pergike Alaswangi berbekal alamat tantenya, Lik Aminah. Demi “misi ibu”-nya, Jamilah pun rela berangkat ke Alaswangi dengan membawa serta kalung berbandul inisial huruf B dan J. Dengan melamar pekerjaan sebagai guru MTs Annur Alaswangi, Jamilah pun memulai “misiibu”-nya. Di sanalah Jamilah bertemu dengan Gus Ba. Dan dari sanalah kemudian rangkaian kejadian mempertemukan Jamilahdan Gus Ba yang kemudian menjadi sepasang suami istri sah, dan dikaruniaiseorang anak balita laki-laki, Gus Abib. Namun, Gus Ba harus menjadi duda beranak satu. Jamilah meninggal dunia. Dan pada hari Jamilah meninggal dunia, kalung yang dipakainya jatuh. Kalung itu ditemukan oleh Sodikin, LurahPondok, yang kemudian dipasrahkan kepada Nyai Salamah. Kalung itu malah dipakai oleh Ning Fat. Gus Badan Ning Fat adalah manusia biasa. Walaupunmereka berdua hidup di lingkungan pesantren, namun rasa cinta di antara keduanya telah bersemi lama. Cinta Ning Fat kepada Gus Ba sempat terpupus oleh pernikahan Gus Ba dengan Jamilah. Namun, rasa cinta itu kembali menggelora. Pesantren dengan tetap berpegang kanpa dan ilai-nilai pun, melalui tokohKyai Zen dan Nyai Salamah khususnya, memberikan ruang. Dan kemudian kalung itu pun merangkai kembali pertemuan dua pendaman cinta remaja antara Gus Ba dan Ning Fat. Dan setelah selamatan empat puluh hari meninggalnya Jamilah, rangkaian kejadian menggiring pendaman cinta remaja Gus Ba dan Ning Fat menuju pernikahan sah. Selamat membaca.
    Ver livro
  • Xeno Legendium Kisah Pemuda Ateis Dari Indonesia Yang Bertemu Bangsa Jin Di Negeri Gingseng Korea Selatan - cover

    Xeno Legendium Kisah Pemuda...

    Muhammad Hamzah Sakura Ryuki,...

    • 0
    • 0
    • 0
    “Gara-Gara Hantu di Pabrik Seoul” (Sebuah Kisah Spiritual Dari Majalah Islami Tahun 90-an)Rafi lahir dari keluarga Muslim sederhana di Bandung. Ayahnya tukang servis radio, ibunya penjual kue. Sejak kecil, suara azan selalu terdengar di telinganya, tapi ketika dewasa dan pindah ke Jakarta untuk kuliah, semua berubah. Mall, kafe, dan musik K-Pop lebih sering menemaninya daripada doa dan sajadah. Ia masih hafal surah Al-Fatihah, tapi sudah jarang membaca. Shalat Jum’at pun kadang kalah oleh diskon sepatu.Rafi tumbuh menjadi “anak kota modern” yang sibuk mengejar mimpi, tapi lupa arah spiritual. Di pikirannya, agama hanya tradisi orang tua di kampung. Ia merasa logika lebih penting daripada iman, dan mulai menganggap ibadah sebagai sesuatu yang kuno. Namun, dalam diamnya, ada kehampaan yang tidak pernah ia akui. Di balik senyum dan kopi latte, jiwanya terasa kering seperti mesin tanpa pelumas. 
    Ver livro