Join us on a literary world trip!
Add this book to bookshelf
Grey
Write a new comment Default profile 50px
Grey
Subscribe to read the full book or read the first pages for free!
All characters reduced
Kemah Musa - cover

Kemah Musa

Dr. Brian J. Bailey

Publisher: Zion Christian Publishers

  • 0
  • 0
  • 0

Summary

Apakah Kemah Musa memiliki makna bagi orang-orang percaya pada zaman sekarang? Ya! Kemah Suci itu bukan sekadar suatu bangunan yang bermakna sejarah, tetapi mengandung banyak makna bagi Anda dan saya. Kita harus memahami bahwa seluruh maksud tujuan Tuhan dalam mendirikan Kemah Musa adalah agar Ia dapat tinggal bersama kita. Ia berkata, “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka” (Kel. 25:6). Hal itu mengungkapkan isi hati Tuhan ~ yaitu Ia ingin memiliki persatuan dan persekutuan yang akrab dengan umat-Nya.
Dalam studi yang diurapi ini. Dr. Bailey menguraikan banyak kebenaran tersembunyi dalam Kemah Musa, sehingga memimpin kita melalui pengalaman-pengalaman rohani yang ada dalam Pelataran Luar, Tempat Kudus, dan ke dalam hadirat Tuhan secara langsung di dalam Tempat Maha Kudus.
Doa kami adalah agar kita boleh datang untuk mengenal Tuhan lebih akrab lagi melalui setiap pengalaman yang indah ini. Semoga kita memperoleh suatu pengertian yang lebih dalam tentang jalan-jalan-Nya sebagaimana dilukiskan dalam Kemah Suci ini, dan tinggal selama-lamanya bersama Dia. Amin!
Available since: 08/25/2022.

Other books that might interest you

  • Negeri 5 Menara - cover

    Negeri 5 Menara

    Ahmad Fuadi

    • 0
    • 0
    • 0
    Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.
    
    Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.
    
    Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.
    
    Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
    
    Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
    
    Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
    Show book
  • 1 4 Nanti dan Kembali - cover

    1 4 Nanti dan Kembali

    Hangka

    • 0
    • 0
    • 0
    Ada 1/4 kehidupan yang kusesali. Tentang apa pun yang tidak dapat diperbaiki. Tentang pertemuan yang takkan terulang lagi. Tentang setiap kata yang menyakiti.
    
    Ada 1/4 kehidupan yang kukagumi. Tentang mereka yang begitu rapi menata diri. Tanpa jeda memperbaiki diri. Memperjuangkan hak-hak orang lain dan diri sendiri.
    
    Ada 1/4 kehidupan yang kutakuti. Tentang kesenangan yang melalaikan ibadah. Tentang nikmat yang merenggut surga. Tentang suka berujung neraka.
    
    Ada 1/4 kehidupan yang kusenangi. Tentang apapun kabar baik dari Ilahi. Tentang hikmah yang diam-diam bersembunyi. Tentang semua keindahan di pagi hari.
    Show book
  • Al-Qur'an - cover

    Al-Qur'an

    Al-Qur'an

    • 0
    • 0
    • 0
    Al-Qur'an: Kitab Suci Umat Islam 
    Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Wahyu ini turun secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun, pertama kali di Mekkah (ayat-ayat Makkiyah) dan kemudian di Madinah (ayat-ayat Madaniyah). Sebagai pedoman hidup utama, Al-Qur'an menjadi sumber ajaran Islam yang paling fundamental. 
    Kitab ini terbagi ke dalam 114 surah (bab) yang diawali dengan Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Nas. Setiap surah terdiri dari sejumlah ayat. Secara tematis, kandungan Al-Qur'an sangatlah luas. Ia mengajarkan konsep tauhid, yaitu keesaan Allah, menceritakan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelajaran, memberikan pedoman hukum untuk kehidupan individu dan sosial, serta menggambarkan tentang hari akhir, surga, dan neraka. 
    Sebuaspek yang sangat penting adalah bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab klasik yang sangat indah dan mendalam. Umat Islam meyakini bahwa keindahan bahasanya adalah suatu mukjizat yang tidak dapat ditandingi. Karena itu, terjemahan Al-Qur'an dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, berfungsi untuk memudahkan pemahaman maknanya, tetapi statusnya hanya sebagai tafsir. Teks asli dalam bahasa Arab-lah yang digunakan dalam ibadah shalat. Hingga hari ini, Al-Qur'an terjaga keasliannya melalui hafalan (dalam hati jutaan penghafal/al-hafidz) dan tulisan, tetap menjadi cahaya dan petunjuk bagi umat manusia.
    Show book
  • Sebening Syahadat - cover

    Sebening Syahadat

    Diva SR

    • 0
    • 0
    • 0
    Sam, seorang lelaki remaja yang banyak diidami kaum Hawa, dengan kehidupan kelamnya. Kemudian semua itu berubah seratus delapan puluh derajat setelah ia bertemu dengan perempuan berkerudung panjang dari seberang sekolahnya. Dengan segala ketangguhan tekadnya, ia berusaha untuk mendapatkan hati perempuan itu. Tetapi ketika perbedaan terlalu sulit mereka terjang, akankah perbedaan dapat menyatukan mereka?
    Show book
  • Rantau 1 Muara - cover

    Rantau 1 Muara

    A. Fuadi

    • 0
    • 0
    • 0
    Kepercayaan diri Alif sedang menggelegak. Sudah separuh dunia dia kelilingi, tulisannya tersebar di banyak media, dan dia diwisuda dengan nilai terbaik. Perusahaan mana yang
    
    tidak tergiur merekrutnya?
    
    Namun Alif lulus di saat yang salah. Akhir '90-an, Indonesia dicekik krisis ekonomi dan dihoyak reformasi. Lowongan pekerjaan sulit dicari. Kepercayaan dirinya goyah, bagaimana
    
    dia bisa menggapai impiannya?
    
    Secercah harapan muncul ketika Alif diterima menjadi wartawan di Ibu Kota. Di sana, hatinya tertambat pada seorang gadis yang dulu pernah dia curigai. Ke mana arah
    
    hubungan mereka?
    
    Takdir menerbangkan Alif ke Washington DC. Life is perfect, sampai terjadi tragedi 11 September 2001 di New York yang menggoyahkan jiwanya. Kenapa orang dekatnya harus
    
    pergi? Alif dipaksa memikirkan ulang misi hidupnya. Dari mana dia bermula dan ke mana dia akhirnya akan bermuara?
    
    'Mantra' ketiga "man saara ala darbi washala" (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan) menuntun pencarian misi hidup Alif. Hidup hakikatnya adalah perantauan. Suatu masa akan kembali ke akar, ke yang satu, ke yang awal. Muara segala muara. Rantau 1 Muara adalah kisah pencarian tempat berkarya, pencarian belahan jiwa, dan
    
    pencarian di mana hidup akan bermuara.
    
    Novel ini adalah buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara yang ditulis A. Fuadi, novelis asal Minang yang pernah tinggal di Washington DC, London, Quebec, dan Singapura.
    
    Bertualanglah sejauh mata memandang. Mengayuhlah sejauh lautan terbentang.
    
    Bergurulah sejauh alam terkembang.
    Show book
  • Ranah 3 Warna - cover

    Ranah 3 Warna

    Ahmad Fuadi

    • 0
    • 0
    • 0
    Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
    
    Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?
    
    Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: 'Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?' Hampir saja dia menyerah.
    
    Rupanya 'mantra' man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat 'mantra' kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?
    
    Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?
    
    Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.
    Show book