Begleiten Sie uns auf eine literarische Weltreise!
Buch zum Bücherregal hinzufügen
Grey
Einen neuen Kommentar schreiben Default profile 50px
Grey
Jetzt das ganze Buch im Abo oder die ersten Seiten gratis lesen!
All characters reduced
Panas - Ikatan Darah Buku 4 - cover

Panas - Ikatan Darah Buku 4

Amy Blankenship

Übersetzer Bintang Timur

Verlag: Tektime

  • 0
  • 0
  • 0

Beschreibung

Damon pindah ke rumah itu dengan  saudara laki-lakinya dengan satu alasan...gadis yang mempertaruhkan dan meninggalkannya sekarat tinggal di sana dan di bawah perlindungan vampir. Ketika mereka berakhir dengan menyelamatkan nyawa Alicia lagi ,berkali-kali lebih dari bisa ia hitung, Damon memutuskan ada orang yang bisa mengendalikan gadis itu sebelum kucing perempuan kecil itu menemukan cara untuk kabur darinya dengan bunuh diri. Rasa cemburu jadi permainan yang berbahaya ketika gadis itu memanas dan mulai menarik perhatian lebih dari sekadar monster-monster

Alicia Wilder lelah diasingkan dari dunia oleh saudara laki-lakinya yang terlalu protektif. Mencoba membuktikan bahwa ia bisa menangani perang vampir, membuat gadis itu terluka, digigit, dicium, ditembak, dan dengan cukup aneh hidup dengan tiga vampir yang seksi, salah satunya telah memulai perang vampir sejak awal. Ketika ia mendapati dirinya terlbat dalam panas yang berputar, Alicia menyadari jaring penyelamatnya mungkin kehancurannya. Damon pindah ke rumah itu dengan  saudara laki-lakinya dengan satu alasan...gadis yang mempertaruhkan dan meninggalkannya sekarat tinggal di sana dan di bawah perlindungan vampir. Ketika mereka berakhir dengan menyelamatkan nyawa Alicia lagi ,berkali-kali lebih dari bisa ia hitung, Damon memutuskan ada orang yang bisa mengendalikan gadis itu sebelum kucing perempuan kecil itu menemukan cara untuk kabur darinya dengan bunuh diri. Rasa cemburu jadi permainan yang berbahaya ketika gadis itu memanas dan mulai menarik perhatian lebih dari sekadar monster-monster
Verfügbar seit: 22.11.2023.
Drucklänge: 465 Seiten.

Weitere Bücher, die Sie mögen werden

  • Aku Mati Memeluk Boneka - cover

    Aku Mati Memeluk Boneka

    Lubis Grafura

    • 0
    • 0
    • 0
    Temani aku malam ini. Jika tidak mau, kirim pesan ini ke tujuh nomor lain
    
    Sebuah teror sms dilakukan oleh arwah penasaran gadis pembawa boneka. Satu per satu dari mahasiswa universitas terkenal di Malang mati secara tragis. Peristiwa terjadi pada acara diklat UKM di hutan Coban Talun. Kabar ini tersiar ke media massa yang segera mem-blow-up berita. Wildan, yang menjadi ketua panitia, dan beberapa orang anggota panita shock atas kejadian ini.
    
    Untuk menguak kebenaran dan latar belakang di balik peristiwa ini, Wildan, Mitha, Gustian, dan beberapa orang yang selamat menyelidikinya. Dan mereka menemukan sebuah kenyataan yang kejanggalan
    
    Berhasilkah Wildan, Mitha, Gustian, dkk. menguak kebenarannya dan selamat dari incaran gadis pembawa boneka yang membunuh dengan kejam?
    Zum Buch
  • Frankenstein - cover

    Frankenstein

    Mary Shelley

    • 0
    • 0
    • 0
    Dokter Victor Frankenstein ingin menciptakan makhluk sempurna
    dengan menggabungkan ilmu pengetahuan dan ilmu gaib. Dari
    sisa-sisa tubuh orang mati, ia membuat makhluk raksasa dengan
    kekuatan luar biasa... dan menghidupkannya. Tetapi ketika makhluk
    itu membuka mata, Frankenstein melarikan diri dengan rasa takut
    yang amat sangat.
    Makhluk itu pun keluar ke dunia ramai, berusaha mencari teman dan
    cinta, namun yang diperolehnya justru kebencian dan ketakutan.
    maka ia pun bersumpah akan membalas dendam pada sang pencipta
    yang telah memberikan napas hidup baginya. Dengan kekuatannya
    yang luar biasa, ia berkelana hingga ke ujung dunia... untuk
    menghancurkan semua orang yang dicintai Frankenstein.
    Zum Buch
  • Misteri Rumah Kosong - cover

    Misteri Rumah Kosong

    Glenn Alexei

    • 0
    • 0
    • 0
    Pergi kau dari rumah ini!
    
    Apakah makhluk itu yang berbicara padanya?
    Di bawah cahaya bulan yang menerobos masuk ke jendela ruangan, Rani melihat sosok itu mendekat ke arahnya. Makin lama makin dekat, sedangkan Rani tak mampu bergerak. Lidahnya terasa kelu sampai ia tak mampu berteriak minta tolong.
    Pergi kau atau kau akan menanggung akibatnya!
    
    
    Kalau ada yang menawarkan rumah supermewah, lengkap seperabot-perabotnya, dengan harga teramat murah, apakah akan kamu ambil?
    
    Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada Adi, jawabannya jelas AMBIL! Prioritasnya saat ini memang adalah membeli rumah demi meluluskan satu-satunya permintaan sang istri: berpisah dari mertua dan hidup mandiri. Ia tak ambil pusing dengan pikiran pasti-ada-apa-apa seperti Rani, istrinya.
    
    Adi boleh tidak percaya dengan keberadaan makhluk tak kasat mata. Akan tetapi, ia harus benar-benar meralat anggapannya saat melihat istrinya koma dan satu demi satu orang yang membantunya mengusut keanehan rumah barunya tewas secara misterius. Ini pasti ada apa-apa.
    Zum Buch
  • Kolam Darah - cover

    Kolam Darah

    Abdullah Harahap

    • 0
    • 0
    • 0
    Untuk sesaat dua tak terjadi atau terlihat apa-apa.
    
    Ardi sudah mulai cemas bahkan mendekati putus asa, sementara Agus waspada kala melihat Nyi Katon tampak berdiri mengangkang, menempatkan keris yang ia genggam di depan mulut. Sambil bibirnya sibuk merapal mantra.
    
    Lukisan tua yang tergeletak terhampar pada bingkainya di lantai mendadak tampak bergetar. Dan terus bergetar semakin kuat. Membuat lantai maupun benda apa saja yang ada di ruang duduk itu––termasuk mayat Suherman serta Elisa, tampak ikut bergetar.
    
    Seakan ada penghuni perut bumi yang mendadak terjaga dari tidur. Lalu bangkit dengan marah...!
    Zum Buch
  • Jangan Sentuh Darahku - cover

    Jangan Sentuh Darahku

    Gamal Komandoko

    • 0
    • 0
    • 0
    Herman berniat menutup jendela kaca. Tetapi, sesuatu bergerak sangat cepat, melebihi kecepatan kelelawar ketika menyergap serangga, memasuki sela jendela kaca yang bergerak menutup. Herman amat terperanjat. Namun, hanya sesaat keterkejutan Herman. Sesuatu itu langsung menjadikan lehernya sebagai sasaran!
    
    Kesadaran Saraswati pun sepenuhnya menghilang seiring menghilangnya jeritan keras yang memecahkan keheningan malam. Tubuhnya ambruk, seperti kain selimut penutup ketelanjangan sempurnanya. Semuanya dirasanya gelap. Ia bagai memasuki lorong dingin gua pekat tanpa setitik pendar cahaya pun. Sama sekali ia tidak melihat sesuatu itu melayang dan keluar dari kamar melewati sela jendela yang masih terbuka. Tetap dengan membawa bagian tubuh Herman yang direnggutnya paksa tadi.
    
    Saraswati hanya jelas melihat sebelum pingsan, sesuatu itu potongan tangan!
    
    ***
    
    Vila Melati Gunung mendadak gempar. Sebuah jasad lelaki dengan kondisi mengerikan telah ditemukan. Iptu Palguna langsung terjun ke lokasi dan mengorek informasi dari beberapa orang yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. Mulai dari tamu, pemilik vila, hingga istri korban, Saraswati. Namun, ia tak menemukan informasi yang cukup untuk menentukan siapa tersangka di balik kasus kematian korban yang bernama Herman. Semua alibi yang ia catat terasa masuk akal dan dapat diterima.
    
    Sampai akhirnya, Palguna mendapatkan informasi tambahan dari Awangga Dirja, sahabat karibnya yang berprofesi sebagai wartawan. Ia baru tahu, kalau nama asli dari istri semalam korban bukanlah Saraswati, melainkan Ajeng Ratih.
    
    Mungkinkah Saraswati adalah wanita setan, seperti tudingan dukun andal bernama Darmo Gandul?
    Zum Buch
  • Dendam Arwah Jumat Kliwon - cover

    Dendam Arwah Jumat Kliwon

    Donatus A Nugroho

    • 0
    • 0
    • 0
    Aku sudah menunggu saat seperti ini. Saat di mana aku dapat menghukum mereka. Atas perbuatan mereka menodai malam suci Jumat Kliwon.
    Hari ketika aku dilahirkan harus bersih dari jiwa yang tersesat.
    Jejak-jejak telapak tangan berdarah berukuran mungil mengecap di sandaran jok kursi yang terbuat dari kulit. Di sebelahnya terdapat coretan nama Jumat. Modus yang sama seperti kasus-kasus sebelumnya.
    Kematian yang tidak biasa. Seperti sebuah mahakarya. Sebuah seni kematian. Kengerian yang indah bagi pelakunya..
    Zum Buch